Sengketa Lahan, Pembangunan Tol Serang-Panimbang Terkendala

12

RANGKASBITUNG, (KB).- Pembangunan jalan tol Serang-Panimbang yang sedang berjalan saat ini, ternyata masih menyimpan sejumlah permasalahan. Permasalahan yang paling krusial terkait pengadaan lahan, seperti kepemilikan lahan yang tidak jelas dan adanya sengketa kepemilikan antara ahli waris, sehingga menyulitkan pemerintah untuk membayar nilai ganti rugi lahan.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan seluruh pembayaran ganti rugi lahan tol Serang-Panimbang sepanjang 83,6 kilometer yang melintasi Kabupaten dan Kota Serang,Kabupaten Lebak dan Pandeglang tersebut, akan rampung dilakukan bulan Juli 2018 lalu. Namun, hingga kini pembayaran ganti rugi lahan masih di bawah 50 persen.

Kepala kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Lebak, Adi Muchtadi menyatakan, kendala dalam pembebasan lahan untul tol Serang-Panimbang di Kabupaten Lebak adalah terjadinya sengketa kepemilikan lahan antara PTPN VIII dengan masyarakat penggarap Kecamatan Cileles. ”Selain permasalahan itu, ada pula sengketa antar ahli waris pada beberapa titik lahan yang akan dibebaskan,” kata Adi Muchtadi kepada sejumlah awak media di Rangkasbitung,Rabu (29/8/2018).

Menurut Ady, secara umum BPN melalui tim appraisal sudah melakukan pengukuran, validasi data, penilaian harga nilai ganti rugi, termasuk musyawarah. Namun, karena masih banyak terjadi sengketa kepemilikan, sehingga saat ini pembayaran ganti rugi hanya bisa dilakukan sebanyak 690 bidang atau setara dengan 26 persen, dari target sebanyak 2. 722 bidang, dengan panjang 38 kilometer. ”Kendala utama pembayaran ganti rugi pada lahan untuk tol itu adalah masalah administrasi pertanahan,” ujarnya.

Ady menjelaskan, jalan tol Serang-Panimbang yang melintasi wilayah Kabupaten Lebak terdapat empat kecamatan antara lain Cibadak, Cikulur, Cileles dan Banjarsari sepanjang 38 kilometer, dengan jumlah bidang tanah sebanyak 2.722 bidang. ”Kita berkomitmen dan kerja keras untuk menuntaskan pembebasan lahan jalan Tol Serang-Panimbang selesai akhir tahun 2018.Namun, jika masih tetap tidak bisa, uang ganti rugi terpaksa akan dititipkan di Pengadilan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, jalan tol Serang-Panimbang nantinya merupakan jalan tol yang menghubungkan Serang dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang terintegrasi dengan jalan tol Jakarta-Merak, dengan panjang 83,6 kilometer dengan luas lahan 785 hektare.

Jalan tol ini nantinya akan melewati Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, dengan melewati 14 kecamatan dan 48 desa/kelurahan yang akan digunakan untuk mendukung akses jalan menuju KEK Tanjung Lesung yang rencana awal akan mulai beroperasi tahun 2019 mendatang.

Sumber: Kabar Banten

Comments are closed.