Sejumlah KTP-el yang Ditemukan di Cikande Sudah Tidak Berlaku

0
172

SERANG, (KB).- Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang Asep Saepudin Mustafa menegaskan sejumlah KTP elektronik (KTP-el) dan kartu keluarga (KK) yang ditemukan di tempat pembuangan sampah dan semak belukar di Kampung Banjarsari, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang sudah tidak berlaku (tidak aktif).

“Kami pastikan semua barang yang ditemukan adalah produk Disdukcapil Kabupaten Serang,” kata Asep Saepudin Mustafa dalam keterangan pers yang diterima Kabar Banten, Selasa (11/9/2018) petang. Keterangan pers disampaikan Asep terkait adanya penemuan sejumlah dokumen kependudukan di Kampung Banjarsari, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Kronologi

Dalam keterangan pers, Asep menyampaikan secara terperinci kronologi dan penjelasan penemuan KTP-el tersebut. Setelah mendapatkan laporan penemuan KTP pada Senin (10/9/2018), Asep bersama Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Serang Jajang KH langsung ke Koramil Cikande, tempat barang-barang tersebut diamankan.

“Menurut informasi, barang-barang tersebut ditemukan warga di tempat pembuangan sampah dan semak belukar, kemudian diamankan, dan diserahkan ke Koramil Cikande,” katanya.

Jumlah total barang yang ditemukan sebanyak 2.910 keping KTP dan sembilan KK. Dari temuan KTP sebanyak itu, di antaranya sebanyak 513 KTP manual (KTP lama bukan KTP-el), dan 111 KTP-el rusak secara fisik.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Disdukcapil segera melakukan uji data dengan alat pembaca (reader) terhadap empat KTP-el dan sembilan kartu keluarga. Hasilnya, semua sudah tidak berlaku (tidak aktif) atau KTP-el dan KK yang tidak digunakan karena telah dilakukan pergantian akibat perubahan data penduduk yang bersangkutan.

Misalnya, atas nama Asan, melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah jenis pekerjaan dari wiraswasta menjadi kepala desa. Atas nama Suharyati, melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah status perkawinan. Kemudian untuk KK, misalnya atas nama Basar, kepala keluarga, melakukan pergantian karena pembaharuan KK dari tanda tangan camat menjadi tanda tangan Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang sesuai amanat undang-undang.

“Kami akan uji semua KTP-el untuk memastikan sebagai produk yang sudah tidak terpakai dari proses pergantian,” jelas Asep.

Tidak berlaku 

Asep memastikan semua barang yang ditemukan adalah produk Disdukcapil Kabupaten Serang. Akan tetapi, kemungkinan kuat tidak berlaku karena sudah ada pergantian dengan produk baru untuk penduduk yang bersangkutan.

“Setelah pengecekan data, kami melakukan klarifikasi ke pihak pemerintah Kecamatan Cikande untuk mendapatkan penjelasan penyebab barang-barang tersebut tercecer dan ditemukan warga hingga diamankan pihak Koramil Cikande,” katanya.

Berdasarkan hasil klarifikasi, pihak pemerintah Kecamatan Cikande sedang merapikan ruang yang biasa dipakai gudang atau tempat penyimpanan barang yang tidak terpakai. Ruang gudang tersebut akan digunakan.

“Akibat ketidakpahaman, kemudian dokumen kependudukan tersebut dibuang oleh oknum staf kecamatan ke tempat pembuangan sampah secara sembarangan,” katanya.

Menurut Asep, sejak dia memimpin Disdukcapil Kabupaten Serang pada 2015, setiap fisik KTP-el dan KK yang salah cetak serta yang sudah tidak terpakai karena ada pergantian data kependudukan warga, pihaknya mengirimkannya ke Kemendagri.

“Namun sejak 2016, Kemendagri tidak menerima karena gudangnya penuh dari pengiriman se-Indonesia. Fisik KTP-el atau KK yang sudah tidak terpakai kemudian disimpan di gudang Disdukcapil dan kantor kecamatan,” tutur Asep.

Rapat bersama 

Agar kejadian ini tidak terulang, Asep menegaskan Disdukcapil akan melakukan rapat bersama pemerintah kecamatan, Rabu (12/9/2018).

“Kami akan tarik semua fisik KTP-el dan KK yang sudah tidak berfungsi atau tidak terpakai ke kantor Disdukcapil Kabupaten Serang,” tegasnya.

Pada bagian lain Asep menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dandim Serang dan Kapolres Serang yang turut mengamankan barang-barang tersebut dan telah diserahkan kembali kepada Disdukcapil. “Alhamdulillah barang-barang tersebut berada di pihak yang sangat bertanggung jawab,” ujarnya.

Pada bagian akhir Asep meminta kepada pers menyampaikan informasi tersebut sesuai fakta, berimbang, dan memberikan berita yang benar agar tidak terjadi keresahan warga dan tercipta suasana kondusif di Kabupaten Serang. (KO)*

Artikel Asli