Mendagri Apresiasi Gubernur Wahidin Halim

0
32

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo memberikan apresiasi kepada Gubernur Banten Wahidin Halim atas kesigapan Pemerintah Provinsi Banten dalam penangangan bencana Tsunami Banten pada Desember 2018 lalu.

Apresiasi Pemerintah Republik Indonesia ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo saat membuka Rapat Kerja (Raker) Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD)-MPU XIX di Hotel Trans Luxury, Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/3/2019).

Hadir pada Raker tersebut para Kepala Daerah yang tergabung dalam FKD-MPU. “Salah satu yang menjadi perhatian pusat adalah adanya jalinan dan kolaborasi antar daerah di Indonesia. Terutama dalam hal penanganan bencana yang kerap terjadi di Indonesia dan memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi,” ungkap Mendagri.

Saat terjadi bencana alam di daerah, bukan hanya pemerintah daerahnya saja yang harus turun tangan. Uluran bantuan juga bisa dilakukan oleh pemerintah daerah lain termasuk pemerintah pusat. Dalam perencanaan, harus ada alokasi untuk penanggulangan bencana.

Ketika terjadi bencana, bisa ditangani lebih dahulu. Jika daerah menghadapi bencana darurat baru ada bantuan dari pusat dan daerah lainnya bisa membantu. Menanggapi hal ini, Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan dalam penanganan bencana tsunami beberapa waktu yang lalu di Banten, dirinya memimpin langsung ke lokasi kejadian dari sejak hari pertama. Menjadi salah satu bukti hadirnya Pemerintah yang berada di sekitar korban yang terkena bencana. “Selain bisa memberikan bantuan langsung, masyarakat juga akan merasa aman dan nyaman saat kita berada di sekitar mereka.

Selain itu dapat dengan segera membuka berbagai akses ke daerah- daerah bencana dengan cepat hingga ke pelosok seraya terus melaporkan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” tegas gubernur yang akrab disapa dengan WH itu.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan berbagai elemen yang sigap membantu pada saat terjadi bencana di Banten, cepat merespon segala sesuatu yang dilaporkan oleh Pemprov Banten.

“Sekarang kita sedang terus membangun hunian tetap bagi warga korban yang rumahnya rusak dan hancur. Sementara untuk infrastruktur dan fasilitas umum telah banyak yang dibangun kembali,” jelas Gubernur.
Dikatakannya, kerja sama ini harus menghasilkan manfaat untuk semua pihak dalam hal ini daerah-daerah yang sering terjadi bencana. “Bagi saya kerjasama dan soliditas baik koordinasi antara TNI, Polri, BNPB, Basarnas dan pemerintah harus komitmen. Baik itu penganggaran, kesiapan personil, dan lainnya. Jadi jika terjadi musibah kita bisa cepat menanggulangi,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, sebagai daerah yang pernah mengalami bencana tsunami, Banten tentunya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penanganan pasca bencana. Dukungan pusat luar biasa. Begitu juga, pemeritah daerah, masyarakat, dan semua lembaga turun bersama dengan pemda bahu membahu. “Jadi itu salah satu respon yang menurut saya sangat baik dan luar biasa. Semua saling membantu,” tegasnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan kerja sama ini harus menghasilkan manfaat untuk Gubernur Banten Wahidin Halim juga memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Bupati/Walikota se-Banten, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), TNI/Polri, relawan, dan semua komponen masyarakat Banten atas penanganan Bencana Tsunami Selat Sunda akhir tahun lalu.

“Penanganan bencana di Banten berjalan lancar. Ini berkat kerja keras semua.

Saya sampaikan ucapan terima kasih Bupati/Walikota se-Banten, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), TNI/Polri, relawan dan semua komponen masyarakat Banten,” ungkapnya. Hal ini membuktikan, lanjut Gubernur, apa yang menjadi amanah Mendagri pada saat Raker kemarin dapat diterapkan di Provinsi Banten.

Ketika ada satu daerah yang terkena bencana, seluruh pemerintah daerah di Provinsi Banten serta merta membantu wilayah yang terkena dampak bencana. Karena, dalam amanat Mendagri, salah satu yang menjadi perhatian pusat adalah adanya jalinan dan kolaborasi antar daerah di Indonesia terutama dalam hal penanganan bencana yang kerap terjadi di Indonesia dan memiliki potensi dampak yang cukup tinggi.

Apresiasi Gubernur Banten

Gubernur Banten Wahidin Halim juga menyampaikan apresiasinya dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Bupati/Walikota se-Banten, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), TNI/Polri, relawan dan semua komponen masyarakat Banten atas penanganan Bencana Tsunami Selat Sunda akhir tahun lalu.

“Ini berkat kerja keras semua. Saya sampaikan ucapan terima kasih BupatiWalikota se-Banten, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), TNI/Polri, relawan dan semua komponen masyarakat Banten,” ujar Gubernur WH usai penutupan Rapat Kerja (Raker) Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD)-MPU XIX di Hotel Trans Luxury, Bandung, Jawa Barat.

Menurut Gubernur WH, apa yang menjadi amanah Mendagri pada saat Raker FKD-MPU dapat diterapkan di Provinsi Banten. Ketika ada satu daerah yang terkena bencana, seluruh pemerintah daerah di Provinsi Banten serta merta membantu wilayah yang terkena dampak bencana. Karena, salah satu yang menjadi perhatian pusat adalah adanya jalinan dan kolaborasi antar daerah di Indonesia.

Terutama dalam hal penanganan bencana yang kerap terjadi di Indonesia dan memiliki potensi dampak yang cukup tinggi. “Bagi saya kerjasama dan soliditas baik koordinasi antara TNI, Polri, BNPB, Basarnas dan pemerintah harus komitmen. Baik itu penganggaran, kesiapan personil dan lainnya. Jadi jika terjadi musibah kita bisa cepat menanggulangi,” kata Gubernur WH.

Menurut Gubernur Banten, dukungan pusat luar biasa. Begitu juga, pemeritah daerah, masyarakat, semua lembaga turun bersama-sama dengan pemda bahu membahu. Dijelaskan, dalam penanganan bencana tsunami di Banten, ia memimpin langsung ke lokasi kejadian dari sejak hari pertama. Demikian pula Bupati Pandeglang dan Bupati Serang, yang wilayahnya terkena dampak bencana. Selain itu, Bupati/Walikota di Banten lainnya turut memberikan bantuan.

“Ini adalah salah satu bukti hadirnya Pemerintah yang berada di sekitar korban yang terkena bencana,”katanya.(msa)