Rencana Pembangunan Masjid Raya di Alun-alun, Pemkot Serang Disarankan Benahi Ats-Tsauroh

0
288

Jawara News.- Rencana pembangunan masjid raya di Alun-alun Barat Kota Serang mendapat kritikan dari beberapa tokoh masyarakat. Pemkot Serang disarankan, agar membenahi Masjid Agung Ats-Tsauroh yang lokasinya tak jauh dari alun-alun.

“Buat apa di tempat berdekatan ada dua masjid besar. Padahal, di Masjid Ats-Tsauroh kan tinggal dipercantik saja dari pada harus membangun masjid di alun-alun. Lahannya kan masih banyak yang bisa dimanfaatkan dan dibenahi di sana (Ats-Tsauroh),” kata Tokoh Masyarakat, H Embay Mulya Syarif kepada Kabar Banten, Senin (3/9/2018).

Sementara, menurut Ketua PCNU Kota Serang, KH Matin Syarkowi, pembangunan masjid raya merupakan hal yang baik. Namun, ujar dia, perlu dipahami, bahwa membangun masjid ada aturan secara fiqhiyah.

“Apakah membangun masjid ini sudah sangat urgent (penting) dan mendesak bagi Pemkot Serang. Alasan kuat apa, sehingga pemkot mau mengubah fungsi alun-alun menjadi bangunan masjid. Apakah tidak ada tempat lain yang lebih strategis ketimbang harus mengalihfungsikan alun-alun,” ucapnya.

Selain itu, dia menilai, pembangunan masjid tersebut sebagai pemborosan anggaran. Ia meminta Pemkot Serang lebih berkonsentrasi melakukan tata kota dengan pandangan jauh ke depan. Selain itu, Pemkot Serang juga diminta, agar mendahulukan sektor-sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

“Saya meminta pemkot untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Toh itu kan bukan program wajib dan strategis. Bisa dicabut kembali. Saya menyarankan wali kota yang terpilih untuk lebih melihat fakta-fakta kesemrawutan tata kota yang harus segera ditata ulang. Pemkot Serang fokus mengintegrasikan pembangunan sentra- sentra perekonomian. Coba lihat Terminal Kepandean, Terminal Cipocok itu semua perlu ditata ulang, agar berfungsi maksimal,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Amanudin Toha meminta masyarakat tidak menolak pembangunan Masjid Raya Kota Serang. Menurut dia, pembangunan tersebut baik untuk Kota Serang. “Bappeda juga sedang melakukan studi kelayakan. Bappeda telah membuat perencanaan sedemikian rupa,” katanya.

Ia menuturkan, Pemkot Serang tentunya akan membuat kajian mengenai lalu lintas, agar tidak terjadi kemacetan di kawasan alun-alun pascaberdirinya masjid raya. Terkait mempercantik Masjid Ats-Tsauroh, dia menjelaskan, bahwa masjid tersebut bukan kewenangan Pemkot Serang, karena kepemilikannya adalah yayasan.

“Jadi, masyarakat jangan menolak dulu. Biarkan pemerintah membuat perencanaan yang baik dulu. Kota Serang ini kan belum memiliki masjid raya, jadi mau dibuat di alun-alun,” ujarnya.

Ia mengatakan, rencananya anggaran untuk pembangunan masjid tersebut sebesar Rp 30 miliar pada perubahan APBD 2018. Namun, dimungkinkan batal, karena hingga saat ini belum ada detail engineering design (DED) dan studi kelayakannya.

“Pembahasan awal sudah dilakukan, namun dewan masih mempertanyakan studi kelayakan dan DED-nya. Sebab, dalam pembangunan keduanya harus ada. Memang kami anggarkan rencana untuk perubahan kemarin itu Rp 30 miliar, tapi saya pikir untuk perubahan enggak akan bisa, karena untuk membuat DED saja di awal 2019. Dari PUPR saja mengatakan, tidak sanggup membuat DED selama 3 bulan, karena lelang dan lainnya waktunya tidak terkejar,” ucapnya.

Artikel Asli