Ya Ampun! Karawang Masuk 5 Besar Daerah Dengan Kemiskinan Ekstrem!

  • Bagikan
Rapat pembahasan pengentasan wilayah dengan kemiskinan ekstrem.

KARAWANG – Ironis. Kabupaten Karawang yang merupakan lumbung padi Jawa Barat, serta memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, justru masuk ke dalam lima kategori kabupaten/kota yang memiliki jumlah penduduk miskin ekstrem tertinggi di Jawa Barat.

Kelima daerah tersebut, seperti yang diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, di Gedung Sate, Rabu 29 September kemarin, pemerintah pusat menargetkan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem yang berada di Jawa Barat.

Tito mengatakan, ada lima kabupaten yang memiliki jumlah penduduk miskin ekstrem tertinggi di Jabar yakni Kabupaten Karawang, Indramayu, Cianjur, Kuningan dan Bandung.

Kemiskinan ekstrem mengacu pada kondisi seseorang atau keluarga yang langka kebutuhan dasar manusia seperti makanan, sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan informasi.

Acuannya pendapatan orang tersebut di bawah USD1,25 (nilai tahun 2005) atau kurs saat ini Rp14.647 per hari atau sekitar Rp439.000 per bulan. PBB menargetkan kemiskinan ekstrem hilang dari muka bumi pada 2030.

Tingkat kemiskinan di Indonesia kini berada di angka 10,19 persen dengan kemiskinan ekstrem 3,8 persen. Pemerintah Indonesia menargetkan 2024 tingkat kemiskinan 6-7 persen dengan tingkat kemiskinan ekstrem 0-1 persen pada 2024.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membahas khusus strategi penanggulangan kemiskinan dengan para bupati kelima daerah tersebut dihadiri Mendagri Tito Karnavian, dipimpin langsung Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin secara virtual, Rabu (29/9/2021).

Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi komitmen Pemerintah Pusat menanggulangi kemiskinan ekstrem di Jabar. Dengan begitu, kebijakan pusat dan daerah bisa selaras sehingga upaya penanggulangan bisa lebih cepat.

“Keinginan kita di daerah bisa sejalan dengan Pemerintah Pusat dalam kebijakannya,” ujar Uu Ruzhanul Ulum saat rakor Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem tahun 2021 di Jawa Barat, Rabu (29/9/2021).

Penelusuran jawaranews.id, angka kemiskinan di Karawang meningkat pasca Covid-19. Data di Badan Pusat Statisik (BPS), mencatat, pada tahun 2019 lalu, jumlah penduduk miskin di kota lumbung padi ini berjumlah 173 ribu orang. Lalu, di tahun 2020 meningkat cukup tajam mencapai 195 ribu warga miskin tercatat.

Dari data tersebut, diketahui ada penambahan 22 ribu warga miskin. Angka kemiskinan tersebut meningkat diketahui karena turunnya daya beli masyarakat. (Red)

Penulis: ReEditor: Redaktur
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!