Tumpahan Limbah Oli Bekas di PT TJS, Komisi III DPRD Karawang Gelar Rapat Dengar Pendapat

  • Bagikan

JawaraNews.id – Soal tumpahan limbah oli bekas di gudang PT. Tenang Jaya Sejahtera (TJS) yang terjadi pada akhir bulan Oktober 2020 lalu yang kemudian di laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, membuat Komisi III DPRD Kabupaten Karawang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Tumpahan limbah oli bekas di gudang PT. TJS tersebut, berimbas hingga ke lahan milik PT. Adyawinsa (ADW).

Diduga, limbah tersebut berjenis oil spiel milik Pertamina PHE ONWJ yang sempat mencemari laut utara Karawang.

Dalam kesempatan tersebut, Bidang Pengawasan dan Pengendalian DLHK Karawang, Ajiz menuturkan, jika pihaknya sempat mendapat pengaduan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang langsung turun ke gudang PT. TJS dimana Lembaga tersebut menemukan tumpukan ceceran minyak dan oli bekas di gudang seluas kurang lebih 3000 meter persegi.

“Beberapa hari kemudian kita langsung lakukan pengecekan kembali kepada lahan PT. ADW untuk lakukan penggalian, dan memang benar ada ceceran sejenis minyak dan karung yang digunakan menampung pasir yang terkontaminasi limbah B3 cair,” ungkap Ajis pada saat RDP baru berjalan, di ruang rapat II DPRD Kabupaten Karawang, Rabu (17/03/2021) kemarin.

Menurut Ajiz lebih lanjut, pihaknya pun masih belum memastikan cairan minyak dan oli bekas itu sama atau tidak dengan cairan minyak yang ada di gudang milik PT. TJS.

“Lalu saya mengirim surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk meminta kepastian dan Kementerian akan memastikan sebarannya kemana saja serta meminta PT. TJS melakukan pengujian Lab. Kemudian PT. TJS juga diminta melakukan pengeboran di titik–titik mana saja yang mengandung limbah minyak di lahan milik PT. ADW,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kabid Penataan DLHK Kabupaten Karawang, Hetty mengungkapkan lebih lanjut bahwa limbah yang terdapat di gudang PT. TJS itu adalah milik Pertamina PHE ONWJ yang merupakan limbah milik PT. Tri Guna yang dititipkan sementara atas rekomendasi DLHK.

“Limbah tersebut hanya di titipkan di PT. TJS yang berlaku selama 6 bulan, dari tanggal 19 Maret 2020 hingga Desember 2020,” ucapnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin menegaskan, pihaknya akan turun langsung kelapangan guna meninjau langsung titik tanah yang diduga mengandung limbah minyak sebagaimana disampaikan pada saat RDP.

“Baik yang di lokasi PT. TJS maupun yang berada di lahan milik PT. ADW, harus di tinjau langsung,” tegasnya.

“Kami berharap agar segera dugaan ceceran oil sepil yang berada di wilayah PT. ADW juga tuntas terselesaikan,” harapnya.

Kemudian, di soal mengenai rekomendasi yang dikeluarkan DLHK kepada PT. Tri Guna untuk menitipkan limbah minyak tersebut di PT. TJS, Endang menandaskan itu hanya dugaan dan belum bisa di buktikan.

“Kita tunggu bersama-sama hasil uji lab yang akan dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang hasilnya nanti tanggal 28 Maret 2021,” ujar Politisi Partai Gerindra ini.

“Mari lah kita sama-sama ikuti tahapan ini, sebelum hasil itu keluar kita akan agendakan untuk kunjungi ke lokasi,” pungkasnya.***

Penulis: GustiEditor: Bim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!