Terlalu, Ditengah Pandemi Corona PKB Karawang Malah Nekat Gelar Pesta Jaipongan

  • Bagikan

JawaraNews.id – Di tengah pandemi yang terjadi saat ini, masih ada beberapa orang yang nekat melakukan pesta.

Padahal pemerintah sudah meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang ada demi terhindar dari penularan virus corona.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa kabupaten Karawang, diduga Sedang asik menggelar tari jaipong.

Berdasarkan video yang tersebar itu, terlihat beberapa penari jaipong asik bergoyang bersama sejumlah pria tanpa menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para penari jaipong bersama pria berbaju hitam terlihat tidak memakai masker, dan tidak menjaga jarak, begitu juga sejumlah pengiring musik, merekapun tampak tidak memakai masker.

Dari background panggung terpajang spanduk bergambar para petinggi Partai Kebangkitan Bangsa dari tingkat dewan pimpinan pusat, Daerah dan kabupaten serta bertuliskan DPC PKB Karawang.

Video itupun langsung viral di beberapa platform, seperti Facebook dan instagram. Ditambah video itu langsung di komentari oleh mantan ketua DPC PKB Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari.

Disampaikan Kang Jimmy (sapaan akrab), meskipun ia sendiri pecinta kesenian tradisional ketuk tilu jaipongan, namun baginya kegiatan jaipongan virtual di kantor PKB Karawang semalam sangat tidak pantas.

Terlebih, kegiatan jaipongannya ada aktivitas berjoged dan saweran. “Sangat tidak pantas. Timing atau waktunya tidak tepat. Bagi saya sangat tidak pantas pengurus PKB menggelar acara jaipongan, meskipun secara virtual. Apalagi ada joged dan saweran segala macam,” tutur Kang Jimmy.

Disampaikan Kang Jimmy, ia sendiri merasa geram ketika kantor PKB Karawang digelar kegiatan jaipongan di tengah PPKM (masa pandemi covid-19). Apalagi kegiatannya digelar malam hari yang mengganggu warga sekitar yang sedang beristirahat.

Ditambahkan Kang Jimmy, dua lantai kantor PKB Karawang yang dibangunnya itu telah menghabiskan anggaran Rp 1,1 miliar. Kemudian disusul dengan kegiatan syukuran 100 kali khataman Qur’an dan 1000 kali khataman Khirjul Jausan Kabir. Tetapi tiba-tiba saja ada kegiatan jaipongan di malam hari di kantor PKB Karawang.

Sebagai partai yang dilahirkan dari jamiyah Nahdlatul Ulama, kata Kang Jimmy, tradisi-tradisi yang sering dilakukan kaum Nahdliyin dalam keagamaan seperti melaksanakan tawasul dan ngaji Alqur’an seharusnya dominan dilakukan.

“Kalau PKB tidak mau ditinggalkan oleh konstituen perbaiki semua itu, silaturahmi kepara kiyai, para ajengan, ke tokoh masyarakat, mendengar apa yang mereka butuhkan, menampung, memperjuangkan serta merealisasikan apa yang menjadi keinginan masyarakat,” kata Kang Jimmy.

Ditegaskan Kang Jimmy, ke depan ia tidak mau lagi mendengar kabar ada kegiatan musik apapun di kantor PKB yang dapat mengganggu aktivitas warga. Karena dulu ia membangun PKB dengan nafas silaturahmi bersama warga sekitar.

“Intinya sangat tidak pantas kalau ada kegiatan jaipongan di malam jumat kliwon di kantor PKB seperti itu. Apalagi jaipongannya di malam hari yang mengganggu waktu istirahat warga,” pungkas Kang Jimmy.

Hingga berita ini masuk ke Redaksi, belum ada keterangan resmi dari pengurus DPC Karawang.***

Penulis: ReEditor: Bim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!