Pembebasan Lahan Tol Serang-Panimbang, Warga Keluhkan Oknum Pencari Keuntungan

37

Jawara News,SERANG.- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menerima banyak laporan dari warga terkait dugaan adanya oknum yang mencari keuntungan dalam proses pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang di Kecamatan Cikeusal. Untuk itu, Pemkab Serang akan segera melacak oknum tersebut.

Asisten Daerah (Asda) I Pemkab Serang, Agus Erwana mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan terkait proses pembebasan lahan tol tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari masyarakat yang tanahnya terkena pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang belum lama ini, oknum yang mengatasnamakan pihak dari PPTK baru membayarkan ganti rugi pohon-pohon yang tekena pembebasan lahan, sedangkan untuk tanahnya masih belum dibayar.

“Tapi mau saya lacak nanti, kan gak mungkin baru dibayar pohon-pohon saja, sedangkan tanahnya belum, masa tanah negara dibayar pohonnya dulu terus tanahnya nanti. Itu informasi dari masyarakat, dari yang punya, sebetulnya orangnya di Cikande (pemilik tanah), tapi orang Cikeusal,” katanya kepada wartawan saat ditemui dalam rangkaian acara Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) di Anyer, Ahad (2/8/2018).

Ia menduga, oknum yang bermain tersebut, sengaja mencari keuntungan dari masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta, agar masyarakat tidak percaya begitu saja terhadap oknum tersebut.
“Saya bilang gak boleh, gak mungkin ada orang mau bayarin, tadinya kan mau dibayarin 97 juta, padahal dapetnya 180 juta sekian. Oknum yang bermain seperti saya bilang terlalu berani, dan kalau saya mungkin saya sambet saja,” ujarnya.

Disinggung mengenai target pembayaran ganti rugi pembebasan Tol Serang-Panimbang, menurut dia, seharusnya untuk wilayah Cikeusal proses pembayaran harus sudah selesai pada bulan lalu. Namun, dia masih mempertanyakan penyebab, sehingga proses pembebasan lahan tersebut belum selesai. “Kalau Cikeusal harusnya selesai bulan kemarin, makanya apa persoalannya? Apakah salah ukur? Apakah belum terima jumlah luasannya,” ucapnya.

Sementara, untuk Kecamatan Kragilan, tutur dia, sudah tidak ada persoalan, kecuali lahan pemakaman. “Untuk Kecamatan Kragilan enggak ada persoalan, kecuali tanah kuburan, jadi keluarga yang pernah mengikhlasakan tanah kuburan ini mengaku belum menghibahkan, tapi saya ngotot masa iya isinya sudah 200 masih belum dihibahkan,” katanya.

Artikel Asli

Comments are closed.