Pasca Bentrok di Cikampek, Polisi Amankan Petasan, Bom Molotov, dan Sajam

  • Bagikan

JawaraNews.id – Pasca bentrokan di Jalan Ir. H. Djuanda Sukaseuri – Cikampek, petugas kepolisian dari polsek kotabaru mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu buah Bom Molotov, atribute salah satu geng motor, kaos, dan proposal milik salah satu kelompok geng motor.

Berdasarkan penelusuran di Mapolsek Kotabaru, satu buah Bom Molotov itu, diduga milik salah satu oknum anggota geng motor yang berhasil diamankan pihak kepolisian.

“Iya benar. Barangbukti tersebut, sudah kami serahkan ke Polres Karawang,” ungkap salah satu personil kepolisian Polsek Kotabaru kepada wartawan, Kamis (22/04/21).

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam (sajam) berbagai jenis (samurai, golok, kujang, dan pisau) serta satu buah petasan. Polisi juga mengamankan 19 kendaraan roda dua (R2) berbagai merk diduga milik oknum anggota geng motor yang sudah dI pasang garis polisi.

Ditempat terpisah, Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra juga mengungkapkan peristiwa bentrokan yang diduga dilakukan kelompok geng motor menyerang masyarakat Kampung Sukaseuri, Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, secara membabi buta itu, pihaknya bertindak cepat mengamankan situasi yang sempat mencekam serta berhasil mengamankan puluhan orang ke Mapolres Karawang.

“Sudah kita amankan dan sekarang masih menjalani pemeriksaan. Untuk detailnya, nanti tunggu hasil pemeriksaan yang akan kita sampaikan,” ungkap Rama di Halaman Pemda Karawang.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan antar massa kembali pecah di Kabupaten Karawang. Tidak tanggung, ratusan massa bersenjata tajam terlibat bentrokan di Jalan Ir. H. Djuanda Sukaseuri – Cikampek.

“Dari arah Simpang Mutiara, ratusan orang tak di kenal itu datang mengendarai puluhan sepeda motor dan memarkirkannya di komplek Binamarga Sukaseuri. Kemudian mereka langsung menyerang warga yang berada di sepanjang jalan Sukaseuri dengan membabi buta,” ungkap salah seorang warga sekitar, Didin (34) kepada wartawan di tempat kejadian perkara (TKP).***

Penulis: RedEditor: Bim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *