Napi Gantung Diri, Hendra: Lapas Karawang Lalai!

  • Bagikan

JawaraNews.id – Seorang tahanan berinisial S (26) di Lapas Kelas IIA Karawang ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di kamar mandi, pada Kamis (21/4/2022) pagi sekitar pukul 6:30 pagi. Atas peristiwa tersebut, Praktisi Hukum, Hendra Supriatna, SH, MH angkat bicara.

Hendra mengatakan,peristiwa tersebut harusnya tidak akan terjadi jika Lapas Karawang menjalankan pengawasan, pembinaan dengan baik dan professional.

“Lapas Karawang lalai, harusnya tidak akan terjadi, ya yang bertanggungjawab utama dalam hal ini adalah negara yang diwakilkan lapas karawang,” katanya kepada JawaraNews.id, Jumat (22/04/22)

Hendra menjelaskan, peristiwa yang terjadi didalam lapas seperti adanya kerusuhan, bahkan bunuh diri itu menunjukan buruknya pengelolaan managemannya. Padahal, lapas itu adalah media pembinaan yang harus menjamin warganya.

“Saya menduga pemenuhan kesehatan fisik ataupu psikis dilapas karawang tidak terpenuhi,”jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Lenggono Budi membenarkan adanya tahanan yang gantung diri di kamar mandi. Kala itu dilaksanakan apel pagi penghuni yang dilaksanakan oleh petugas regu pengamanan (rupam) mengontrol kamar.

“Ya benar, saat akan melakukan apel pagi, S tidak ditemukan didalam kamar, kemudian teman-temannya mencarinya karena lingkungan kamarnya kecil ditemukan saat cek pintu kamar mandi si temannya itu teriak dan melihat S dalam keadaan tergantung dan meninggal,” ujar Lenggono, di Kantor nya, Kamis (21/4/22).

Lenggono mengatakan, S merupakan tahanan di Blok D aula 5 LT 1 kamar 2 dan dikenal salah satu santri di pesantren lapas.

“Jumlah penghuni kamar sebanyak 14 orang, dan yang bersangkutan itu juga santri aktif di pesantren lapas dan rajin ibadah,” katanya.

Bahkan ia mengakui, dari keterangan teman sekamarnya, S (26) usai salat subuh sempat tadarus Al Qur’an. Kemudian sekitar pukul 05.30 WIB, korban kemudian masuk ke kamar mandi.

“Dan teman sekamarnya tidur tanpa mengetahui yang bersangkutan tidak keluar lagi,” ujar Lenggono menerangkan.

Lenggono mengatakan, S (26) ini diketahui memiliki perkara terkait penipuan dengan lama pidana 2 tahun 6 bulan.

“Dia berperkara dalam pasal 378 KHUP soal penipuan dan sisa pidananya tinggal 1 tahun 25 hari,” ujarnya.

Saat ini pihaknya telah melaporkan kejadiannya ke kepolisian Karawang untuk tindakan selanjutnya.

“Kepolisian Karawang sudah menindaklanjutinya dengan tim inafis mengolah tempat kejadian perkara dan jasadnya sudah dievakuasi ke RSUD Karawang untuk ditindaklanjuti kembali,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan di RSUD, petugas kepolisian tidak menemukan tanda tanda kekerasan, dan murni bunuh diri.”Tidak ada tindak pidana atau kekerasan, itu murni bunuh diri,” Tutupnya.***

Penulis: FerdiEditor: Bim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!