Lulusan Untirta Harus Berkontribusi untuk Banten

0
96

Gubernur Banten Wahidin Halim meminta lulusan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memberikan kontribusi nyata dan positif terhadap pembangunan Provinsi Banten. Gubernur juga mengingatkan agar para lulusan dapat memberikan manfaat di lingkungan masyarakat dan tempat kerja.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri sidang terbuka Senat Univesitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan wisuda program diploma ke 37, sarjana ke 48 dan magister ke 25 di The Royale Krakatau Hotel, Cilegon, Rabu (20/03/2019).

“Saya ucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Untirta. Selamat untuk menatap masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

“Ilmu yang diperoleh ini luar biasa, yang dibekali oleh para guru besar. Untirta telah mendidik kalian dan silahkan kalian untuk membangun banten khusunya dan negara republik indonesia ini, ” kata Gubernur Banten.

Ke depan, dirinya akan lebih meningkatkan kerjasama dengan Untirta agar menghasilkan SDM yang unggul dan berdaya saing. Menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang akan menyambut pesatnya pembangunan industri di masa yang akan datang.

Gubernur Banten juga berharap Untirta menjadi kebanggaan masyarakat Banten dan Nasional. Ke depan Untirta akan memiliki kampus yang representative di Sindangheula, Kecamatan Pabuaran.

“Saya berharap Untirta terus berkembang, jangan berhenti. Pokoknya kita bangun fakultas kedokteran, kita lengkapi fasilitas fakultas-fakultas lainnya sehingga Untirta melahirkan produk-produk akademisi yang memadai,” imbuhnya.

Gubernur Banten juga mengingatkan kepada seluruh senat dan wisudawan Untirta dalam rangka mendekati Pemilu ini untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan serta tidak saling mencela satu sama lainnya.

“Pemilu tinggal sebulan lagi, jangan pada ribut, jangan saling serta menserta. Sekarang teknologi kita bukan untuk ujaran kebencian,”pesannya.

Sementara, Rektor Untirta Serang, Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd mengatakan permasalahan utama yang dihadapi oleh lulusan baru sesungguhnya lebih banyak bersumber dari diri sendiri, yaitu kurangnya wawasan dan keberanian memasuki berbagai peluang dan alternatif bagi pengembangan karir, adakalanya disebabkan kurangnya motivasi dan kepercayaan diri.

“Hambatan-hambatan inilah yang mesti wisudawan segera atasi. Bekal pendidikan S1, S2 dan Diplomi III sejatinya membuka peluang lebih besar dari pada jenjang pendidikan sebelumnya,” katanya.

Sholeh Hidayat juga mengajak wisudawan memperispkan diri dengan sebaik-baiknya agar kehadirannya diterima di tengah-tengah masyarakat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Banten khususnya.

“Perjalanan pendidikan anda sesungguhnya tidaklah berakhir begitu saja, saudara akan di ‘Universitas Kehidupan’. Banyak persoalan hidup ini yang tidak didapatkan di bangku kuliah, Kita belajar ebrsama-sama tentang hal yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dan pengalaman hidup itu tidak dapat diukur dengan uang,” kata Sholeh.

Perlu diketahui, Universitas Sultan Ageng Tirtasaya (Untirta) pada gelombang ke I tahun 2019 ini mewisuda kurang lebih 900 orang lulusan yang berasal dari beberapa fakultas dan jurusan di Untirta. (beh)