Jangan Panik! BKPSDM Beri Saran dan Panduan Bagi Pasien COVID-19 Saat Jalani Isoman

  • Bagikan

JawaraNews.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang melakukan sosialisasi bagi seluruh aparat sipil negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang secara virtual di Kantor BKPSDM yang dibuka oleh Sekretaris Badan, Jajang Jaenudin, Selasa (6/7). Hadir sebagai narasumber Yayuk Sri Rahayu, dari Dinas Kesehatan Karawang dengan materi “Pencegahan dan Upaya Yang Dilakukan Saat Isolasi Mandiri Bagi Yang Terkonfirmasi Covid 19”.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) para ASN dan Non ASN mengikuti kegiatan ltersebut .

Kepala BKPSDM Karawang, Asep Aang Rahmatulah sebelumnya dalam surat undangan zoom meeting mengatakan, sosialisasi ini untuk memberi wawasan dan pengetahuan yang benar dalam melakukan isolasi mandiri (isoman). Sosialisasi ini penting untuk ASN dan Non ASN yang terkonfirmasi positif covid 19 yang menjalani isoman di rumah karena ruang perawatan di RSUD maupun RS swasta sudah terisi penuh.

Karenanya, kata Asep Aang melalui kegiatan ini diharapkan para ASN dan non ASN yang menjalani isoman di rumah dapat memahami dengan benar tatacara isoman, sehingga dapat cepat sembuh.

Selanjutnya dalam paparan Yayuk Sri Rahayu, MKM dijelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan bagi ASN dan non ASN yang tengah isolasi mandiri di rumah.

“Bagi yang isoman di rumah wajib menyediakan termometer (pengukur suhu) dan oxymeter (pengukur saturasi oksigen), tetap jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan menerapkan etika batuk. Pada prinsipnya menerapkan 5M,” ujar Yayuk.

Selain itu, Yayuk mengingatkan agar dalam sehari sedikitnya memeriksa suhu tubuh pada pagi dan sore, periksa saturasi oksigen dan frekuensi nadi, pantau laju napas serta mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang.

Setiap pagi jendela kamar juga harus dibuka. Hal ini agar cahaya matahari masuk dan terjadi sirkulasi udara. Upayakan juga berjemur matahari selama 10-15 menit antara pukul. 10.00 – 13.00 Wib dan olahraga rutin 3-5 kali seminggu.

“Setiap hari kamar harus dibersihkan dengan tetap memakai masker, cuci alat makan sendiri usai digunakan, dan tidur di kamar pribadi terpisah dengan anggota keluarga,” kata Yayuk.

Saat isoman, disarankan Yayuk untuk selalu mengkonsumsi vitamin C, D, atau sesuai anjuran dokter, dan proaktif menghubungi pelayanan kesehatan terdekat untuk bimbingan pemantauan mandiri.

Bagi isoman yang tanpa gejala dibutuhkan 10 hari isolasi sejak terkonfirmasi positif dan untuk gejala ringan dibutuhkan waktu perawatan selama 10 hari isolasi sejak timbul gejala minimal 3 hari bebas gejala.

Pastikan juga secara rutin membersihkan area rumah yang sering disentuh dengan disinfektan atau cairan deterjen seperti di gagang pintu, kran air, toilet, wastafel, meja, kursi dan tempat lainnya.

Buat catatan harian selama isoman terkait gejala yang dirasakan, suhu tubuh, saturasi O2, frekuensi nadi, laju napas atau keluhan lain.

“Jika saturasi oksigen dibawah 94% maka harus lapor ke petugas kesehatan untuk masuk IGD rumah sakit. Rumah sakit harus menerima pasien tersebut, dan jangan sampai meninggal dunia karena telat memberikan pertolongan,” jelas Yayuk.***

Penulis: RlsEditor: Bim
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *