Ekonomi Banten Yang Bertumbuh dan Merata

0
122
Gubernur Banten Wahidin Hali bersama Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir, Danrem 064 Maulana Yusuf Kolonel Inf. Windiyatno dan Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin memantau pasokan dan harga barang kebutuhan pokok di Pasar Rau Kota Serang.

Meningkatkan Kualitas Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi menjadi salah satu misi Pemerintah Provinsi Banten 2017 – 2022 di era kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan Wakil Andika Hazrumy.

Posisi Provinsi Banten telah menempatkan dirinya sebagai gerbang Indonesia dan gerbang lalu lintas barang dan manusia Pulau Jawa – Pulau Sumatera. Seiring perkembangan pembangunan jalan tol di Pulau Sumatera, posisi Provinsi Banten sebagai gerbang lalu lintas manusia dan barang bakal semakin meningkat.

Sejatinya, peran ini muncul sejak Kesultanan Banten berdiri dengan Pelabuhan Karangantu-nya. Di masa itu, Kesultanan Banten telah mampu menjalin hubungan dagang dan diplomasi dengan bangsa lain. Bahkan mampu menjadi simpul perdagangan internasional.

Peran Pelabuhan Karangantu kini telah tergantikan oleh beberapa pelabuhan laut di wilayah Kota Cilegon dan Kabupaten Serang yang menghadap langsung ke Selat Sunda. Selain itu, keberadaan Bandar Udara Sukarno Hatta semakin memperkokoh Provinsi Banten sebagai gerbang Indonesia.

Keberadaan jalan tol dan rel kereta api yang melintang dari Merak di ujung barat hingga ke Tangerang di ujung timur Banten, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemilik modal untuk berinvestasi di Provinsi Banten.

Perkembangan pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar, diimbangi dengan pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten. Pembangunan jalan tol Serang – Panimbang dan reaktivasi jalur kereta api Rangkas – Labuan. Pemprov Banten juga mentargetkan jalan yang menjadi kewenangannya berstatus mantap pada 2020. Perkembangan pembangunan infratruktur itu tidak terlepas dari upaya Pemprov Banten dalam upaya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Pantau pasokan dan harga barang untuk kendalikan inflasi di Provinsi Banten, khususnya Kota Serang

Tak heran jika pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Demikian pula dengan laju inflasi yang relatif terkendali. Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Banten (10/12/2018) menyatakan, pertumbuhan ekonomi Banten pada 2018 mencapai 5,89 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2018 tercatat 5,1 persen.

Menurut Bank Indonesia kinerja ekspor dan tingginya level konsumsi masyarakat sepanjang tahun, menjadi motor utama penggerak perekonomian Banten di tahun 2018. Menurut Bank Indonesia pula, pasokan dan kestabilan harga di Banten dianggap stabil oleh BI Banten. Hal ini turut menunjukkan kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten yang cukup efektif.

Parameter kinerja itu bermuara pada stabilitas keuangan dan pertumbuhan indikator makro perbankan Banten yang berada di atas pertumbuhan nasional dengan level risiko yang berada di bawah nilai indikatif.

“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Banten saat ini diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Inflasi kita juga cukup bagus, salah satunya berkat kerjasama antara pemerintah dengan Bank Indonesia,” ungkap Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dalam Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten (Jum’at, 9/8/2019).

Menurut Gubernur WH, saat ini tantangan Pemprov Banten Banten adalah melemahnya sektor pariwisata setelah bencana tsunami pada 22 Desember 2018 dan kekhawatiran tsunami pada gempa bumi 2 Agustur 2019.

“Sektor pariwisata, khususnya pantai di Banten selama ini menjadi primadona. Diyakini mampu memulihkan bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten sekaligus menekan laju inflasi daerah,” tegas Gubernur WH.

Selain itu, persoalan ketenagakerjaan turut menjadi tantangan Pemprov Banten. Apa yang dialami PT Karakatu Steel hingga terjadi shut down atau penurunan produksi juga menjadi persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Melihat Banten saat ini tantangan besarnya adalah dari sektor pariwisata dan lapangan kerja, maka harus terus dikembangkan,” ungkapnya.

“Banyak pengusaha tingkat nasional yang menyatakan bahwa Banten akan menjadi pusat kegiatan ekonomi. Bahkan, transaksi juga akan meningkat apabila Banten mampu me-manage, mengelola dan mengekplorasi potensi-potensi yang dimiliki,” pungkas Gubernur WH.

Sementara, Deputi Gubernur Bank Indonesia Republik Indonesia Dody Budi Waluyo mengungkapkan, Banten merupakan daerah yang memiliki potensi besar.

Menurutnya, Banten mengalami pertumbuhan ekonomi di atas nasional. Nilai tambah produksi di daerah akan memberi sumbangan besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam hitungan BI, ekonomi yang tumbuh 5,5 sampai 6 persen akan berdampak signifikan pada lowongan pekerjaan. Sehingga industrialisasi harus terus didorong. (msa/ayu)