Bayar Pajak Banten Makin Mudah

0
133

“Potensi (pajak) kita sangat besar, hanya saja belum kita gali betul-betul menjadi sumber pendapatan kita. Misalnya di Serang, mereka pabriknya di Serang tapi bayar pajaknya di Jakarta. Ke depan, kalau punya mobil di sini ya bayar pajaknya di sini (Banten) Kota Tangerang – Demikian diungkap Gubernur Banten Wahidin Halim saat meresmikan Gerai Samsat di area Food Carnival Tangcity Mall Kota Tangerang, Kamis (24/01/19). Gerai Samsat di Tangcity Mall merupakan bagian Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Cikokol, Kota Tangerang.

“Alhamdulillah tahun kemarin PAD Banten melampaui target, dengan adanya gerai di mall masyarakat bisa lebih mudah dan lebih nyaman untuk membayar pajak kendaraannya,” kata Gubernur Wahidin. Dengan dibukanya gerai ini, masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya mendapat kemudahan untuk membayar pajak.

Gubernur berharap kehadiran gerai di mall ini juga dapat meningkatkan animo masyarakat untuk taat membayar pajak hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pajak kendaraan. “Semoga dengan dibukanya Gerai Samsat ini diharapkan bisa meningkatkan PAD untuk Pembangunan Banten,” ucapnya.

Gubernur juga mengungkapan, potensi wajib pajak di Provinsi Banten masih sangat besar yang belum tergali secara optimal. Selain pajak kendaraan juga perusahan-perusahaan yang membangun pabriknya di Provinsi Banten ternyata membayar pajaknya di Jakata.

Kepala Badan Pendapan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Opar Sochari menjelaskan, gerai Samsat Tangcity Mall akan melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor atau mengurus pengesahan STNK mulai Senin sampai Sabtu pukul 10.00 – 17.00 WIB. Ada lima personel yang bertugas yakni petugas Samsat atau Bapenda, Polda Metro Jaya, Jasa Raharja, dan Bank Banten dengan sistem administrasi yang terintegrasi secara online.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Direktur Tangcity Mall, dan insya allah bahwa gerai ini akan selalu siap melayani masyarakat Kota Tangerang. Sambil belanja, sambil bermain juga bisa sekalian membayar pajak, ini yang kita harapkan,” kata Opar seraya mengatakan akan mencari inovasi-inovasi lainnya untuk terus meningkatkan PAD Banten.

Direktur Tangcity Mall Norman Eka Saputra menambahkan, bagi pemilik kendaraan plat B yang berdomisili di Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel) cukup membawa berkas persyaratan untuk mengurus pembayaran pajaknya seperti KTP, STNK asli, SKPD asli, serta BPKB atau keterangan leasing. Jika sesuai prosedur, urusan pembayaran pajak bisa rampung dalam 5 menit.

“Tangcity sangat berterima kasih kepada pihak terkait yang telah berkontribusi dalam pembangunan cerai Samsat ini. Sebab warga Tangerang menjadi lebih mudah untuk menunaikan kewajiban mereka,” kata Eka.

Makin Mudah

Kini membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di Banten bisa dilakukan dengan mudah melalui minimarket yakni Indomaret dan Alfamart se-Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya tim pembina Samsat yakni Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dirlantas Polda Banten, Jasa Raharja dan Bank Banten untuk memudahkan masyarakat membayar PKB melalui tempat yang mudah diakses. “MoU nya sudah dilakukan, dan kemudian ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama. Jadi sekarang pelayanan pembayaran pajak kendaraan bisa lebih mudah bagi masyarakat, karena cukup melalui minimarket terdekat,”jelas Gubernur Banten Wahidin Halim (9/5/2019).


Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sohari mengatakan, Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang hari ini dilakukan merupakan tindaklanjut dari MoU yang telah dilakukan sebelumnya oleh Bapak Gubernur Banten dan gubernur provinsi lainnya. Tujuannya agar masyarakat tahu bahwa sekarang membayar PKB itu lebih mudah.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilakukan antara Tim Pembina Samsat Provinsi Banten tahun 2019 dengan Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk Tentang Pembayaran PKB Tahunan, Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (WDKLLJ) Tahunan dan Pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Melalui Mitra PT Bank Pembangunan Daerah Banten, di Kantor Bapenda Banten, KP3B, Curug, Kota Serang.

Pembayaran bisa dilakukan melalui Indomaret dan Alfamart seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 10.500. Teknis pembayaran dilakukan dengan cara wajib pajak mendatangi kasir dengan menyebutkan plat nomor, nomor telefon untuk konfirmasi pembayaran, kemudian akan diketahui informasi jumlah pembayaran termasuk dendanya. Ketika pembayaran sudah dilakukan, wajib pajak dapat menukarkan bukti pembayaran ke UPT atau gerai samsat terdekat untuk dilakukan pengesahan sejak hari pertama dan paling lambat 6 hari kerja.

“Tidak perlu pakai KTP, cukup bawa bukti struk pembayaran dan STNK asli. Saat ini baru berlaku untuk kendaraan yang statusnya dalam wilayah hukum Polda Banten, untuk Polda Metro sedang kita koordinasikan,” ujarnya

Pajak progresif Pemprov Banten telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB). Di antaranya, sosialisasi, publikasi, penyuluhan pajak, peningkatan
pelayanan dengan memenuhi standar mutu manajemen pelayanan, penerapan sistem online serta melakukan penelusuran data kendaraan bermotor yang belum mendaftar ulang. Di wilayah Provinsi Banten, tercatat sebanyak 5.1 juta unit kendaraan bermotor.

Jenis kendaraan roda dua atau sepeda motor sebanyak 4.3 juta unit, atau sebesar 83.34 persen. Dari seluruh unit kendaraan yang terdaftar tersebut, indikasi kendaraan bermotor yang belum terdaftar ulang sebanyak 2,3 juta unit kendaraan bermotor.

Pajak progresif diterapkan Pemerintah Provinsi Banten melalui Peraturan Gubernur nomor 4 tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Provinsi Banten nomor 1 tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Pengenaan tarif progresif untuk tarif pajak kendaraan bermotor diperuntukkan bagi pemilik kendaraan bermotor roda empat atau lebih, dengan jumlah CC mesin di atas 2.000 CC ke atas, yang didasarkan atas nama dan atau alamat yang sama.

Pada tahun 2018, menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten Opar Sochari, Bapenda Provinsi Banten telah melebihi target pendapatan yang telah ditetapkan.

“Tercapai 107,40% jumlah rupiah hampir 6,3 triliun,” ungkapnya kepada wartawan. Pada tahun 2019, Bapenda Provinsi Banten menargetkan pendapatan Rp 6,9 triliun. Naik sebesar 16,94 persen dibanding target pendapatan 2018. (msa)