Bantuan Pembiayaan Perawatan Korban

0
99

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tuntaskan bantuan pembiayaan perawatan korban bencana dampak tsunami Selat Sunda.

Paska bencana tsunami, data yang terhimpun sebanyak 463 korban bencana musibah tsunami Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu itu selesai menjalani perawan. Korban tersebar di 15 rumah sakit swasta dan milik pemerintah daerah yang tersebar di Provinsi Banten.

Dituturkan oleh Kasi Pembiayaan Dinkes Pemprov Banten Drg Rostina, anggaran yang terserap untuk menutup pembiayaan korban memang telah disiapkan di Belanja Tak Terduga (BTT) yang tersimpan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten. “Data pasien dirawat akibat bencana tsunami di rumah sakit ada di 15 rumah sakit swasta dan milik pemerintah,” katanya menjelaskan.

Rostina melanjutkan, selain menerjunkan personil kesehatan , Dinkes Provinsi Banten juga merekap pasien yang menjalani perawatan. Dana untuk menanggung biaya korban sudah ditransfer melalui rekening rumah sakit masing-masing.“Kami merekapya dan sifatnya membantu secara administrasi karena anggaran penanggulangan bencana ada di BPBD Banten,” tandas Rostina.

Informasi yang berhasil dihimpun bahwa biaya total untuk pasien korban bencana tsunami sebesar Rp 1.513. 374. 376.00. (yud)

Kerugian Jiwa

Tsunami Selat Sunda 22 Desember 2019

Meninggal317
Luka-luka757
Hilang3
Hilang Pekerjaan2700

Rumah sakit: RS dr Drajat Prawiranegara Serang, RS Sari Asih Serang, RSUD Kota Cilegon, RS Medika Tangsel, RS Hermina Tangerang, RS Krakatau Medika Cilegon, RS Balaraja Tangerang, RSUD Kabupaten Tangerang, RSUD Berkah Pandeglang, RSUD Banten, RSUD Kota Tangerang, RS Kurnia Serang, RS Awal Bros Tangerang, RS Sari Asih Ciledug Tangerang, RS Hermina Ciruas Serang.(yud)