Triwulan I 2019, PDRB Banten Rp 159,83 Triliun

0
42

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten melalui Berita Resmi Statistik No.27/05/36/Th.XIII menampilkan gambaran perekonomian Banten. Besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2019 mencapai Rp 159,83 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 110,86 triliun.

Pertumbuhan perekonomian Banten triwulan I-2019 tertinggi dicapai oleh Konstruksi sebesar 8,98 persen; diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 8,97 persen; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 8,90 persen; Informasi dan Komunikasi sebesar 8,89 persen; Jasa Lainnya sebesar 8,54 persen dan Real Estate sebesar 8,33 persen.

Dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan, Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,05 persen, diikuti Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 1,01 persen; Konstruksi sebesar 0,83 persen; Real Estate sebesar 0,71 persen dan Informasi dan Komunikasi sebesar 0,50 persen.

Struktur ekonomi Banten triwulan I-2019 masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 31,37 persen. Diikuti Lapangan Usaha Perdagangan Besar-Eceran; Reparasi Mobil-Sepeda Motorsebesar 12,78 persen; dan Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,74 persen. Selanjutnya Konstruksi sebesar 10,45 persen dan Real Estate sebesar 7,74 persen. Peranan kelima lapangan usaha tersebut mencapai 73,08 persen terhadap total PDRB Banten.

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan I-2019 tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran Lembaga non profit (LNPRT) sebesar 7,38 persen; diikuti pengeluaran komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,65 persen; konsumsi Pemerintah sebesar 6,29 persen; komponen Konsumsi Rumahtangga (KRT) sebesar 5,21 persen, dan komponen Total Net Ekspor tumbuh sebesar 2,56 persen.

Konsumsi rumahtangga memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,99 persen. Diikuti komponen PMTB sebesar 2,05 persen. Total Net ekspor sebesar 0,21 persen, dan Konsumsi Pemerintah sebesar 0,20 persen.

Struktur PDRB Banten pada triwulan I-2019 menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku, peranan komponen pengeluaran Konsumsi Rumahtangga sebesar 52,57 persen. Komponen lainnya PMTB sebesar 32,09 persen; Total Net Ekspor Barang sebesar 11,44 persen; dan pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) sebesar 3,42 persen.

Sedangkan peranan Komponen Pengeluaran Lembaga Non Profit (PK-LNPRT) dan Perubahan inventori relatif kecil atau di bawah 1 persen.

Sementara itu kajian Ekonomi Regional Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten menunjukkan, pada triwulan I 2019 perekonomian Banten tumbuh sebesar 5,42%. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan perekonomian nasional yang mencapai 5,07%. Capaian pertumbuhan perekonomian Banten pada triwulan I 2019 lebih rendah jika dibandingkan dengan capaian pertumbuhan perekonomian Banten pada triwulan IV 2018 yang mencapai 5,98%.

Meningkatnya pertumbuhan LNPRT (Lembaga Non Profit Rumah Tangga) dan ekspor netto menjadi pendorong pertumbuhan Provinsi Banten triwulan I 2019 di sisi pengeluaran.
Sementara itu, konsumsi Rumah Tangga, PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto), dan konsumsi pemerintah tetap tumbuh meskipun tidak lebih tinggi dari triwulan IV 2018.

Di sisi penawaran, pertumbuhan didorong oleh lapangan usaha (LU) utama yaitu LU industri pengolahan, LU perdagangan, LU konstruksi, dan LU real estate. Sementara LU transportasi dan pergudangan dan LU pertanian tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018.

Keuangan Pemerintah

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018. Peningkatan terjadi baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi belanja.

Meskipun demikian, sejalan dengan perlambatan yang terjadi pada perekonomian Provinsi Banten triwulan I 2019, realisasi pendapatan dan belanja pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota secara total mengalami penurunan, lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan I 2018.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Provinsi Banten pada tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan tahun 2018.

Berdasarkan wilayah, peningkatan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya alokasi ke pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Tangerang, Kota Serang, serta Kabupaten Serang.

Berdasarkan jenis belanja, didorong oleh peningkatan alokasi untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa (DD) seiring meningkatnya anggaran TKDD (Transfer Ke Daerah dan Dana Desa) secara nasional yang ditujukan Penguatan Desentralisasi Fiskal dan Nawacita.

Belanja APBN ke Provinsi Banten baik tingkat provinsi maupun maupun Kabupaten/Kota secara total sampai dengan triwulan I 2019 terealisasi lebih tinggi dibandingkan periode triwulan I 2018.

Inflasi Daerah

Inflasi IHK Iiindeks harga konsumen) di Provinsi Banten pada triwulan I 2019 tercatat 2,97%. Menurun dibandingkan triwulan IV 2018 yang mencapai 3,42%. Penurunan inflasi Provinsi Banten didorong oleh menurunnya realisasi inflasi di seluruh kota sampel IHK di Provinsi Banten yaitu Kota Tangerang, Kota Serang, dan Kota Cilegon pada periode triwulan I 2019.

Realisasi inflasi triwulan I 2019 di Provinsi Banten tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian inflasi triwulan I 2019 regional Jawa yang mencapai 2,59% dan Nasional sebesar 2,48%.

Angka inflasi Provinsi Banten pada triwulan I 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata historisnya yang tercatat sebesar 4,24%.

Stabilitas Sistem Keuangan

Stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan I 2019 dalam kondisi stabil, didorong oleh pertumbuhan seluruh indikator utama perbankan yang berada dalam kondisi positif.

DPK (dana pihak ketiga) dan kredit perbankan Provinsi Banten tercatat masih dapat tumbuh positif meskipun melambat. Risiko kredit sedikit meningkat namun tetap berada di bawah threshold. Kondisi ini turut menunjukkan stabilitas keuangann rumah tangga yang terpantau cukup baik.

Dari sisi ketahanan keuangan korporasi, terpantau dalam kondisi yang baik sebagaimana tercermin dari beberapa indikator finansial korporasi, dan risiko pembiayaan dari perbankan.

Di sisi pengembangan UMKM, penyaluran kredit Perbankan di Provinsi Banten kepada UMKM tercatat melambat dengan risiko yang sedikit meningkat namun masih berada di bawah level indikatifnya.

Sistem Pembayaran Rupiah

Kinerja transaksi Sistem Pembayaran (SP) di Provinsi Banten pada triwulan I 2019 tercatat dalam kondisi yang baik namun melambat dibandingkan periode sebelumnya.

Dari sisi SP non tunai, volume transaksi RTGS dan SKNBI tercatat mengalami perlambatan sesuai dengan siklus tahunan. Dimana transaksi non tunai pada triwulan IV 2018 cenderung lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2019 dikarenakan momen liburan dan hari besar keagamaan.

Transaksi berdasarkan e-commerce dan transportasi online tetap meningkat meskipun pertumbuhannya tidak sebesar triwulan sebelumnya. Pada triwulan IV transaksi e-commerce didorong oleh promo akhir tahun dan momen liburan.

Sementara itu, untuk SP tunai, perputaran uang di Provinsi Banten dilaporkan mengalami net inflow dari sebelumnya net outflow. Hal ini seiring dengan siklus tahunan dimana uang yang beredar pada triwulan IV 2018 kembali masuk lagi ke sistem perbankan di triwulan I 2019.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Banten pada periode Februari 2019 dilaporkan mengalami perbaikan. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja disertai dengan menurunnya jumlah pengangguran dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dibandingkan posisi Februari 2018. Meski mengalami penurunan, angka TPT Provinsi Banten masih lebih tinggi dibandingkan dengan TPT nasional.

Dari sisi kualitas hidup masyarakat, terjadi peningkatan sebagaimana tergambarkan oleh IPM Provinsi Banten. Secara konsisten, IPM Provinsi Banten menunjukkan tren peningkatan dan selalu lebih tinggi dari IPM Nasional.

Peningkatan kesejahteraan juga dicerminkan dari menurunnya angka gini ratio pada September 2018 ke level terendah sejak tahun 2010. Di sisi lain, jumlah penduduk miskin mengalami sedikit peningkatan. Hal ini didorong oleh meningkatnya penduduk miskin di perdesaan.

Prospek Perekonomian Daerah

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada tahun 2019 diperkirakan tumbuh melambat dibandingkan tahun 2018. Pertumbuhan diprakirakan ditopang oleh kinerja konsumsi rumah tangga dan pemerintah serta kinerja ekspor.

Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan didorong oleh LU industri pengolahan, LU konstruksi, dan LU pertanian. Beberapa LU diperkirakan akan tumbuh lebih rendah. Diantaranya LU perdagangan, LU real estate, dan LU transportasi dan pergudangan.

Tingkat inflasi Provinsi Banten pada tahun 2019 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2018. Namun tingkat inflasi diperkirakan masih akan sejalan dengan target pemerintah yaitu di kisaran 3,5+1% (yoy).

Berdasarkan kelompok komoditasnya, inflasi Provinsi Banten pada tahun 2019 akan didominasi oleh kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.(msa/idh)