Tahun 2020, Kawasan Kesultanan Banten Ditarget Lengkap

0
41
Harus sudah selesai - Gubernur Banten Wahidin Halim menargetkan revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten pada tahun 2020 sudah lengkap

“Tahun 2020, Kawasan Banten Lama harus sudah selesai. Sudah lengkap,” tandas Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dalam sambutan sebelum melaksanakan doa dan dzikir bersama Gubernur, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Banten, serta masyarakat di Plaza Masjid Agung Banten Lama di Kawasan Keraton Kesultanan Banten, Kasemen, Kota Serang (Kamis, 14/03/2019).

Ditegaskan, Kawasan Keraton Kesultanan Banten merupakan ikon Provinsi Banten yang sudah mendunia. Menurutnya, banyak orang berbondong-bondong dari berbagai penjuru tanah air Indonesia bahkan dunia berkunjung ke Kawasan Keraton Kesultanan Banten.

“Ada dari Madura, Riau, bahkan Malaysia,” tegasnya.

Sebagai ikon Provinsi Banten, Gubernur WH bercita-cita Kawasan Keraton Kesultanan Banten menjadi pusat peradaban, pusat kebudayaan dan pusat perkembangan ilmu pengetahuan agama, baik di Provinsi Banten maupun di nusantara. Selama ini ada dua fungsi yang diemban Kawasan Keraton Kesultanan Banten, yaitu sebagai tempat ziarah dan tempat rekreasi.

“Selain itu, saya akan menjadikan Banten Lama sebagai kawasan kajian agama, kajian kitab Syech Nawawi Al-Bantani, pusat pengembangan tahfid, dan pusat kebudayaan Islam,” katanya.

Gubernur Banten dalam doa dan dzikir bersama di Masjid Agung Kawasan Kesultanan Banten

Karena itu, tambah Gubernur WH, pada tahun 2020 Kawasan Banten Lama sudah dilengkapi dengan pusat-pusat kajian Islam, pusat-pusat pengembangan tahfid, dan pusat kebudayaan Islam.

“Kita syiarkan Islam mulai dari Banten Lama,” ajaknya kepada ribuan masyarakat yang memadati Plaza Masjid Agung Kawasan Keraton Kesultanan Banten.

Untuk itu, Gubernur WH memerintahkan segera menyelesaikan sarana dan prasarana penunjang di Kawasan Banten Lama. Sebagai tempat yang banyak dikunjungi masyarakat, Banten Lama harus memberikan kenyamanan kepada pengunjungnya.

“Segera bangun fasilitas-fasilitas seperti tempat wudhu, tempat istirahat, tempat selfi, tempat oleh-oleh, dan lain-lain. Sebagai tuan rumah, kita harus menyajikan pelayanan,” katanya.

Gubernur WH juga perintahkan kepala OPD untuk segera mengkonsepkan perannya masing-masing di Kawasan Keraton Kesultanan Banten. Segera konsepkan pengembangan budaya, pengembangan UMKM di Banten Lama sesuai tugas pokonya OPD masing-masing.

Kepada masyarakat sekitar, Gubernur WH mengajak untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan para tamu. Gubernur mengajak masyarakat mengembangkan kreativitas. Misalnya, yang punya rumah segera memperbaikinya, karena bisa dijadikan home stay atau sarana lainnya.

Menurut Gubernur WH, revitalisasi Kawasan Keraton Kesultanan Bantenmerupakan upayanya merealisasikan visi untuk membawa masyarakat Provinsi Banten yang Berakhlakul Karimah.

Konsep Terintegrasi

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata akan mengintegrasikan Kawasan Kesultanan Banten (KKB) dengan kawasan lain di sekitarnya. Hal itu dilakukan agar masa tinggal pengunjung KKB lebih lama.

“Konsep penataan harus berangkat dari karakteristik Kawasan Kesultanan Banten. Kita ketahui bersama karakteristik wisata di Kawasan Kesultanan Banten lebih banyak menonjolkan soal wisata religi. Artinya, tujuan utama pengunjung datang ke Kawasan Kesultanan Banten adalah untuk ibadah dan ziarah,” ujar Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Provinsi Banten Paundra Bayyu Ajie.

Dinas Pariwisata Provinsi Banten menawarkan konsep dalam bentuk rencana detail kawasan. Yaitu dengan menyediakan atau membuat paket wisata di sekitar Kawasan Kesultanan Banten, sehingga pengunjung bisa lebih lama tinggal di Kawasan Kesultanan Banten.

Beberapa konsep yang ditawarkan adalah perlu dibuat sebuah kawasan yang menjual berbagai kuliner khas Banten atau pasar kuliner. Tarif yang ditawarkan penyedia kuliner harus disesuaikan dengan pasar dan daya beli pengunjung. Jangan lupa juga soal penataan pasar kuliner.

Selain itu, menata kawasan tanaman mangrove di seberang Pelabuhan Ikan Karangantu. Meskipun lahan di kawasan tersebut berlumpur, tetapi tetap bisa dimanfaatkan untuk sarana wisata, dengan menyediakan jogging track yang terbuat dari papan kayu.

Di kawasan tersebut akan disiapkan tempat ibadah dan tempat istirahat. Pemprov Banten sudah mengajukan permohonan pengunaan lahan kepada pihak TNI Angkatan Laut sebagaipemilik lahan.

Konsep lainnya, optimalisasi wisata pulau. Seperti diketahui, di sekitar Pelabuhan Karangantu terdapat beberapa pulau yang dapat ditempuh dengan menggunakan perahu. Hanya, sejauh ini perahu-perahu tersebut tidak memiliki pelabuhan khusus, sehingga harus bergabung dengan pelabuhan ikan.

Ke depan, pengelola juga menyiapkan kendaraan khusus di Kawasan Kesultanan Banten. Melalui kendaraan itu, pengunjung Kawasan Kesultanan Banten bisa berkeliling ke berbagai kawasan, seperti Keraton Kaibon, Masjid Pecinan, Benteng Speilwijk, dan kawasan wisata pantai di sekitar Pelabuhan Karangantu dengan tarif yang terjangkau.

Langkah lainnya, pengelola menyediakanhomestay bagi para pengunjung KKB. Konsep homestay yang dikembangkan adalah tidak menambah bangunan baru. Namun memanfaatkan perumahan warga yang masih ditinggali pemiliknya.

Para pemilik rumah cukup menyediakan salah satu kamar untuk disewakan kepada pengunjung. Pemilik rumah juga tidak perlu menambah berbagai fasilitas, sehingga menyebabkan biaya tinggi. (msa/ian)