Jawara News – Pemerintah Indonesia menawarkan berbagai proyek infrastruktur ke China senilai US $ 13,2 miliar selama acara pasar baru-baru ini yang dihadiri oleh 90 calon investor di Guangzhou, China.

Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kepala perencanaan investasi Tamba P Hutapea mengatakan bahwa acara ini diselenggarakan atas kerjasama antara BKPM dan Konsulat Jenderal Indonesia di Guangzhou.

Proyek yang ditawarkan termasuk pembangkit listrik di bawah skema independent power producer (IPP) dan jalan tol di sejumlah daerah.

“Nilai total proyek yang ditawarkan adalah US $ 13,2 miliar,” kata Tamba dalam siaran pers yang diterima oleh The Jakarta Post pada hari Senin.

Tamba mengatakan pemerintah melalui lembaga penjaminan pembiayaan infrastruktur PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dapat memberikan jaminan bagi perusahaan yang ingin mengambil bagian dalam skema kerjasama pemerintah-ke-bisnis (KPBU).

“Pemerintah mengundang para investor domestik dan internasional untuk mengambil bagian dalam proyek pemerintah-ke-bisnis,” katanya, seraya menambahkan bahwa dukungan pemerintah dapat berupa jaminan serta insentif fiskal dan non-fiskal.

Di antara perusahaan yang mengirim perwakilan ke acara pasar terdengar adalah CCCC Industrial Investment Holding Co, Ltd, China Energy Engineering Group Guangdong Electric Power Design Institute Co., Ltd., Guangdong Zhiyuan New Material Co., Ltd., GD Shengda Investment Group dan China Southern Power Grid Co., Ltd.

“Beberapa perusahaan telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang ditawarkan,” kata Tamba, menambahkan bahwa BKPM akan menindaklanjuti dengan perusahaan yang telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. (bbn)