Hadir Hingga Selesai

0
36

Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan Pemprov Banten bakal hadir untuk masyarakat sampai dampak bencana selesai. Proses rehabilitasi dan proses rekonstruksi akses ekonomi masyarakat dikebut.

“Sejak kena tsunami kita sudah bergerak. Langsung memetakan serta menyisir perbaikan jalan buat akses distribusi pertolongan korban,” jelas Gubernur Banten Wahidin Halim di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang (20/1/2019).

Saat itu, langkah utama yang diambil Pemprov Banten adalah memulihkan akses jalan. Langkah ini dianggap penting dilakukan lantaran banyak korban yang harus dievakuasi. Selain itu, pemulihan akses jalan untuk keperluan distribusi bantuan pangan dan sandang yang sangat diperlukan oleh korban terdampak tsunami.

Pemulihan tanggap darurat bencana sendiri berakhir pada 9 Januari 2019 lalu seiring dengan dikeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 366/Kep.350-Huk/2018. Ketika itu, usai penuntasan pembiayaan terhadap korban meninggal dunia dan memulangkan 463 korban yang menjalani perawatan di 16 rumah sakit negeri dan swasta, Gubernur Wahidin Halim memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Banten untuk mendata perbaikan infrastruktur.

“Sebelum proyek rumah pengganti diberikan, saya memerintahkan OPD terkait supaya pembangunan hunian sementara (huntara) segera dirampungkan,” perintahnya.

Lokasi Pembangunan Hunian Sementara

Segala bentuk bantuan harus tercatat by name and addres (sesuai nama dan alamat). Termasuk juga untuk bantuan seluruh rumah yang mengalami rusak ringan, sedang, dan parah serta rusak total. “Data yang terhimpun, ada sebanyak 717 unit rumah untuk yang rusak ringan sedang dan berat, pembangunannya digelontorkan dari APBD Pemprov Banten serta dana bantuan rekontruksi yang berasal dari Kementerian PUPR,” paparnya.

Gubernur WH pun mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia soal penggunaan dana APBD pergesesan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemprov Banten, lanjutnya, bersama para pemangku kepentingan terkait dalam kondisi apapun akan selalu bersama rakyat Banten. Semua korban jangan ada yang terlewat. Yang terpenting harus dengan data terinci agar bantuan tepat sasaran.

Dijelaskan, persoalan bencana yang menimpa sebagian masyarakat pesisir di Banten memang menimpa kepada segala umur. Tidak terkecuali para siswa SD hingga SMA. Maka paket kebutuhan sekolah siswa korban bencana juga sudah mulai didistribusikan. “Masa depan siswa jangan terpotong karena kita terus berlarut-larut dalam suasana dampak bencana. Siswa dari SD, SMP dan SMA sederajat harus disupport kebutuhannya,” tegas Gubernur Banten.

Bantuan Gubernur Banten Perlengkapan Sekolah
Siswa-siswi SD, SMP, dan SMA Korban Tsunami Provinsi

Kendati dipastikan Posko Bantuan Bencana Pemprov Banten telah dihentikan. Tetapi bantuan sandang dan pangan tetap disalurkan.
Hikmah yang perlu diambil di balik musibah ini, menurut Gubernur Banten, memang harus banyak dihayati. Kepada kyai dan ulama di Banten diharapkan tetap berikhtiar dan memanjatkan doa supaya Banten dijauhkan dari ancaman bencana.

“Kita harus mengambil hikmah dari musibah ini. Saya memohon kepada kiyai terus mendoakan Banten agar lebih maju pasca musibah tsunami ini,” tuturnya. “Sekali lagi, kita akan hadir untuk masyarakat sampai dampak bencana selesai. Saya akan kebut proses rehabilitasi dan proses rekonstruksi akses ekonomi masyarakat,” tandas gubernur. (yud/msa)