Gubernur WH Tuntut Kejelasan Konsep SMAN CMBBS

0
99

Gubernur Banten Wahidin Halim perintahkan Dinas Pendidikan Pemprov Banten untuk secepatnya membuat konsep dan kajian yang jelas dan sesuai regulasi tentang keberadaan status sekolah ini.

“Jika memang sekolah khusus, ya sekolah khusus. Seperti apa yang bisa membedakan hasil dan kualitas lulusanya dari sekolah umum? Selain meluluskan siswa unggulan yang berprestasi, kalau perlu diteruskan dengan pemberian bea siswa sampai ke Perguruan Tinggi,” tegas Gubernur Banten Wahidin Halim saat sidak ke SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS ) Kabupaten Pandeglang, Selasa (2/4/2019).

Gubernur Banten memberikan beberapa opsi agar kajian tersebut benar-benar dapat dikonsepkan dengan baik. Sehingga hasil kajian nantinya dapat dijadikan kebijakan ke depan untuk SMAN CMBBS.

“Pertama, sekolah seperti ini memang harus memiliki metode pendekatan khusus yang terkonsep dengan baik sehingga benar-benar dapat menciptakan anak-anak unggulan di Banten,” ungkap Gubernur Banten.

“Kedua, jika dari sisi regulasi tidak memungkinkan dapat saja disamakan dengan sekolah negeri pada umumnya dan beroperasi seperti biasanya. Atau, ketiga, jika tidak ada konsep yang jelas dari Dinas Pendidikan, bisa saja ditutup,” tambahnya.

Kalau sudah ada kajiannya, lanjut Gubernur Banten, selain kita tingkatkan fasilitasnya dan jika memang sekolah ini juga penghasil para tahfidz, bisa mengembangkan ilmunya dengan magang di kampung Al- Quran yang tengah dibangun Pemprov Banten di kawasan Banten Lama.

“Jadi, setiap program saling menunjang,” tegasnya.

Dikatakan, Pemprov Banten juga punya program bea siswa dan dapat diprioritaskan bagi siswa siswi di sini agar dapat meneruskan sampai perguruan tinggi dan setelah lulus dapat kembali untuk memajukan daerahnya.

“Kembalikan pada tujuan semula dari pendirian sekolah ini. Tetap prioritas bagi orang yang tidak mampu tapi pintar dan berbakat, Jika tidak ada konsep yang jelas, tutup saja,” tegas Gubernur Banten.

Sebagai sekolah yang dibentuk dan dibiayai Pemerintah Provinsi Banten, SMAN CMBBS dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan-lulusan terbaik dan berkualitas tinggi.

Usai shalat berjamaah dengan para guru dan siswa. Gubernur Banten memberikan instruksi kepada Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih Samanhudi, Kabid SMA dan Kepala Sekolah SMAN CMBBS beserta jajarannya.

Gubernur mempertanyakan awal mula konsep pembentukan SMAN CMBBS, pembiayaan, fasilitas, hingga prestasi-prestasi yang telah diraih hingga saat ini.

Kepala Dindikbud Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi menjelaskan bahwa SMAN CMBBS merupakan sekolah milik Pemprov Banten yang ide pembentukan dan pembiayaannya ditanggung oleh Pemprov Banten. Keberadaan SMAN CMBBS diperuntukkan bagi masyarakat Banten yang kurang mampu tapi memiliki prestasi dan kemampuan sebagai penghafal (tahfidz) Al-Qur’an.

Namun, sesuai Undang-undang nomor 23 Tahun 2014, posisi boarding school saat ini sama seperti sekolah negeri lainnya yang dibiayai pemerintah daerah dengan konsep boarding school. Untuk penganggaran, dalam setahun CMBBS dialokasikan sebesar kurang lebih Rp 5.5 M dan tidak mendapatkan tambahan lagi dari BOSDA maupun BOSNAS.

“Anggaran tersebut untuk biaya operasional sekolah, honor guru, rekening bulanan seperti listrik, Internet serta kegiatan kesiswaan khususnya 14 ekstrakurikuler baik olah raga dan Kesenian. Yang paling besar, biaya untuk makan tigakali dalam sehari, dan masih dirasakan kurang anggarannya,” jelas Engkos.

Awal Berdiri

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Cahaya Madani Banten Boarding School biasa disebut SMAN CMBBS adalah sekolah yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten sebagai sekolah nasional bertaraf internasional. SMAN CMBBS berkonsentrasi mendidik putra-putri Banten yang unggul dan memiliki kemampuan religik, akademik, ekonomik, dan sosial pribadi yang diperlurus dengan kaidah ekselensi Islami.

Status SMAN CMBBS adalah sekolah negeri. Secara kewenangan kelembagaan ditangani langsung oleh Pemerintah Provinsi Banten dalam hal ini Balai Pelayanan Pendidikan Khusus (BPPK) Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

SMAN CMBBS menerapkan boarding school system. Siswa dan pengelola tinggal 24 jam di lingkungan kampus SMAN CMBBS. Dengan sistem ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan proses pendidikan, pengajaran dan pembinaan karakter dan mentalitas siswa. Menjadikan SMAN CMBBS sebagai Center for Excellence: The Right Place to Build Personality, Learn and Face the Future.

Ungkapan inilah yang menggugah legislatif dan eksekutif Pemprov Banten, setelah Banten resmi menjadi provinsi pada tahun 2000. Salah satu upaya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dan memiliki dedikasi, loyalitas yang tinggi untuk kemajuan Banten.

Setelah kurang lebih empat tahun mempersiapkan rumusan pengembangan SDM Banten, muncullah wacana untuk mendirikan SMA unggulan Banten. Menjadi pusat pengembangan SDM demi menciptakan putera-puteri Banten yang memiliki kemampuan religik, ekonomik, dan sosial pribadi yang diperlurus dengan kaidah ekselensi dan Islami.

Pada Juli 2005 SMA Unggulan Banten resmi beroperasi dengan nama SMA Cahaya Madani Banten Boarding School atau disebut SMA CMBBS. Pada saat itu SMA CMBBS merekrut 46 siswa yang diambil dari lulusan terbaik SLTP seluruh Banten.

Seiring dengan perkembangan waktu, pada tanggal 31 Juli 2007 SMA CMBBS resmi menjadi sekolah negeri dengan SK Gubernur Prov. Banten No. 421.3/Kep.SOS-Huk/2007. Sejak terbitnya SK Gubernur tersebut Sekolah ini menjadi SMAN CMBBS dengan jumlah siswa sebanyak 155 siswa dalam 6 rombongan belajar. (bah)