Gubernur Banten Terus Pantau Dampak Gempa

0
67
Gubernur Banten Wahidin Halim layani pertanyaan wartawan

“Warga mengungsi adalah tindakan yang benar,” tegas Gubernur Banten Wahidin Halim (WH).

“Itu sesuai dengan simulasi yang selama ini telah disosialisasikan kepada masyarakat di sekitar rawan tsunami, ada zona merah, kuning, dan zona aman. Termasuk hunian sementara (huntara) yg telah dibangun oleh Pemprov Banten,” tambahnya.

Para warga mencari tempat yang lebih aman seiring dengan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) usai gempa 7,4 richter di laut selatan.

Tujuh (7) kecamatan yang warganya sudah mengungsi. Tiga kecamatan di Kabupaten Lebak meliputi: Bayah, Panggarangan, dan Wanasalam. Tiga kecamatan di Kabupaten Pandeglag meliputi: Sumur, Labuan, dan Carita. Serta Kecamatan Anyer Kabupaten Serang.

Dari tujuh kecamatan tersebut, pusat gempa 147 km arah barat daya Kecamatan Sumur. Kondisi saat ini, aliran listrik di daerah tersebut sempat padam. Kondisi laut terpantau masih normal.

Gubernur Banten berikan bantuan pembangunan rumah terhadap korban terdampak gempa (2/8/2019) dalam tiga kategori: rusak ringan (RR), rusak sedang (RS), dan rusak berat (RB).

Akibat gempa, hingga saat ini terpantau ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan, pagar sekolah roboh, serta plafon masjid dan pesantren jatuh.

Tim Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah(BPBD) Provinsi Banten sudah di lokasi resque beserta BPBD Pandeglang. Saat ini sedang mendata banyaknya pengungsi, serta kerusakan bangunan. Serta bersama-sama aparatur Kabupaten Pandeglang mengantar warga ke rumahnya masing-masing.

Seperti diketahui, informasi dari BMKG Jumat, 02 Agustus 2019 pukul 19.03.21 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik. Hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan M=6,9. Episenter terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 km. Peringatan potensi tsunami dari BMKG telah diakhiri.

Gubernur WH menghimbau warga masyarakat untuk tenang dan tidak terlalu panik. Tidak terpengaruh oleh info-info yang salah.

“Apa yang dilakukan masyarakat sudah benar. Tetap waspada walaupun peringatan dini tsunami sudah diakhiri,” pungkas Gubernur WH sekaligus kembali mengingatkan warga Banten.

Monitoring Kebutuhan

Gubernur WH terus memantau setiap perkembangan dampak paska gempa melalui BPBD Banten yang terus berada di lokasi (Minggu, 4/8/2019)). Gubernur juga memonitoring langsung berbagai kebutuhan logistik yang terus disalurkan sesuai dengan kebutuhan melalui koordinasi di setiap kabupaten yang terkena dampak bencana gempa.

“Upaya pertama harus dilakukan untuk masyarakat yang terkena dampak gempa, memberikan bantuan logistik dari BPBD Provinsi Banten/BNPB/BPBD Kabupaten Lebak dan Pandeglang, juga dari pusat baik BNBP maupun Kementrian Sosial,” ujar Gubernur Banten.

Selanjutnya, ujar Gubernur WH, usai mendapatkan hasil data dari lapangan mengenai berbagai kerusakan akibat dampak gempa, pihaknya akan melakukan berbagai perbaikan dengan koordinasi dinas teknis dan pemerintah daerah setempat.

“Kita sudah mendapatkan pengalaman berharga saat tsunami Desember tahun lalu, sehingga kita bergerak cepat untuk berbagai penanganan, termasuk memberikan edukasi dan simulasi kepada masyarakat soal cara evakuasi saat ada gempa dan tsunami, hanya wajar saja jika masyarakat panik mengingat guncangan gempa nya cukup besar,” kata Gubernur WH.

Untuk diketahui, dampak bencana Gempa yang menimpa Banten hari Jumat, 02 Agustus 2019 pukul 19.03.21 WIB di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik. Gempa dengan kekuatan M=6,9. Episenter terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 km memberikan dampak kepada beberapa wilayah di Banten yang meliputi Kab Pandeglang di 19 Kecamatan, Kabupaten Lebak 13 Kecamatan dan Kab Serang di 4 Kecamatan.

Data BPBD Provinsi Banten di wilayah terdampak gempa, rumah penduduk di Kabupaten Pandeglang terdapat Rusak Berat (RB) 98 unit, Rusak Sedang (RS) 65 unit dan Rusak Ringan (RR) 127 unit. Sementara untuk Wilayah Kabupaten Lebak, dalam kondisi RR sebanyak 40 unit, dan Kabupaten Serang terdapat rumah RB 1 unit, RS 6 Unit serta RR 1 unit.

Untuk korban jiwa sebanyak 6 orang dan kematiannya bukan disebabkan dampak langsung akibat gempa. Sebanyak 3 orang warga Kecamatan Malingping meninggal karena serangan jantung, 1 orang warga Bayah dikarenakan kelelahan saat melakukan evakuasi mandiri dan 2 orang warga Sumur meninggal dunia dikarenakan panik saat melakukan evakuasi mandiri.

Selain rumah penduduk tercatat pula beberapa fasilitas umum dengan kerusakan ringan dan sedang seperti sekolah dasar, MI, Mushala/Masjid serta jembatan. Dengan rincian, 6 MI/SD di wilayah Kecamatan Mandalawangi, Munjul, Cikeusik, dan Carita, 9 Mushola/Masjid di wilayah kec Mandalawangi, Labuan, Angsana, Cisata, dan Cimanggu, 3 jembatan di Sukaresmi serta 1 Ponpes rusak sedang di daerah Panimbang.

Gerak Cepat

Gubernur WH menginstruksikan OPD terkait yang menangani korban bencana gempa di Kabupaten Lebak dan Pandeglang untuk mempercepat penyaluran bantuan. Hal itu dilakukan sebagai upaya percepatan proses pemulihan pasca bencana yang dialami para korban sehingga dapat kembali beraktifitas seperti biasa.

“Penanganan harus segera dilakukan, bantuan harus cepat disalurkan agar masyarakat bisa segera pulih dan beraktifitas seperti biasa,”ujar Gubernur pada Selasa (6/8/2019)

Gubernur mengatakan, cukup banyaknya rumah masyarakat yang rusak baik ringan, sedang maupun berat akibat bencana gempa bumi yang terjadi pada Jum’at (2/9/2019) lalu menjadi perhatian khusus baginya. Oleh karenannya, rumah-rumah masyarakat yang menjadi korban bencana gempa nantinya akan diberikan bantuan mulai dari Rp 5 juta hingga 25 juta yang dipergunakan untuk perbaikan bangunan.

“Tidak hanya bantuan dana, kami juga menyalurkan bantuan logistik seperti makanan, lauk pauk, sandang dan kebutuhan dasar lainnya. Sehingga, para korban tidak perlu lagi memikirkan kebutuhan sehari-hari dan fokus pada pemulihan pasca bencana saja,” paparnya

Untuk diketahui, pada Senin (5/8/2019) kemarin Gubernur menyerahkan bantuan dana stimulan kepada warga yang terkena dampak gempa di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, serta Kabupaten Serang. Penyerahan bantuan dari Gubernur Banten diwakili Kepala BPBD Provinsi Banten E. Kusmayadi.

Berdasarkan data sementara BPBD Provinsi Banten, sebanyak 249 rumah dan sarana umum lain mengalami kerusakan ringan, 77 rusak sedang dan sebanyak 104 mengalami rusak berat. Rumah dan sarana lain yang mengalami kerusakan paling banyak terdapat di Pandeglang, yaitu 181 rusak ringan, 76 rusak sedang dan sebanyak 102 rusak berat. Terbanyak berikutnya di Lebak, yaitu sebanyak 55 rusak ringan dan 2 mengalami rusak berat. Sedangkan, di Kabupaten Serang sebanyak 13 rusak ringan dan 1 rusak sedang. Selain menyebabkan kerusakan rumah dan prasarana umum lainnya, gempa bumi juga menimbulkan kepanikan warga, sehingga tidak sedikit warga yang mengungsi.

“Warga yang mengalami kerusakan rumah dibantu biaya perbaikan. Perinciannya, rumah rusak berat dibantu Rp25 juta, rusak sedang Rp10 juta dan rusak ringan Rp5 juta. Bantuan tersebut bersumber dari APBD Banten,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten M Juhriyadi

Selain memberikan bantuan untuk menangani rumah rusak, kata Juhriyadi, Pemprov Banten juga mendistribusikan bantuan logistik untuk korban bencana di Lebak, Pandeglang, dan Kabupaten Serang. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, lauk pauk, tambahan gizi, sandang, paket perlengkapan bayi, paket perlengkapan keluarga, kantong mayat, tenda gulung, masker, perlengkapan kebersihan keluarga, karung plastik, tikar, selimut, matras, sarung tangan kain, dan perlengkapan sekolah.

Adapun pendistribusian logistik ke Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Serang dilakukan mulai 2-4 Agustus 2019. “Pengiriman logistik dari BPBD dilakukan pada 2 Agustus, logistik Kementerian Sosial ke Pandeglang 3 Agustus dan BNPB ke Kabupaten Pandeglang pada 3 Agustus,” ujar Juhriyadi.

Untuk memastikan kondisi terkini dampak bencana, kata dia, BPBD, Kementerian Sosial, dan pihak pihak lain terus memantau situasi di lapangan. Ia mencontohkan, Menteri Sosial Agus Gumiwang monitoring pada 3 Agustus ke Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.

Upaya penanggulangan lainnya, tutur Juhriyadi, mengaktifkan pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana, melaporkan adanya gempa bumi berpotensi tsunami, koordinasi dengan BPBD Lebak, Pandeglang dan Kabupaten Serang, evaluasi mandiri warga terdampak, monitoring dan pemantuan warga terdampak, serta penilaian terhadap dampak bencana.

“Alhamdulillah, hari ini saya mewakili Bapak Gubernur menyerahkan bantuan Dana Stimulan kepada warga yang terkena gempa,” sebut Kusmayadi

Selanjutnya, Kusmayadi menambahkan bahwa Petugas Relawan satgas BPBD Banten sedang melakukan pembagian dana stimulan di rumah warga yang terdampak terkena gempa. Selain itu dilaksanakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada warga. Untuk personil, tersebar di sejumlah wilayah yang terdampak gempa untuk melakukan kegiatan Pendatan rumah warga yang rusak. Penyerahan bantuan dana stimulan dari Gubernur diwakili oleh Kepala BPBD kepada masyarakat Desa Panjangjaya, Kecematan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.

Selain itu warga yang belum memilki Buku Tabungan Bank Pemerintah Provinsi Banten membantu warga untuk Wajib membuat buku tabungan kepada warga yang kena musibah gempa di Kabupaten Pandeglang dan Lebak serta serang

“Saya mewakili Bapak Gubernur menyerahkan bantuan Stimulan kepada warga yang terkena gempa serta untuk memperbaiki fasilitas umum yang telah rusak, Dan uang tersebut wajib masuk ke nomor rekening warga yang kena musibah Gempa,”tegasnya

Salah satu korban bencana di Desa Panjang Jaya, Ade mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pemprov Banten khususnya Gubernur yang telah menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumahnya yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa.

“Terimakasih kepada bapak Gubernur Banten beserta jajaran yang telah dapat membantu masyarakat , mudah-mudahan semua kebaikan bapak dibalas Allah SWT. Amin,” kata Ade.(msa/ery)