Gubernur Banten Latih ASN Peduli dan Pandai Bersyukur

0
49
Gaungkan ZIS dalam berbagai kesempatan - Gubernur Banten Wahidin Halim ajak aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Banten tunaikan zakat infaq dan shodaqoh (ZIS) dalam berbagai kesempatan

Gubernur Wahidin Halim (WH) berulangkali gaungkan tunaikan zakat, infaq, dan shodaqoh dalam berbagai kesempatan. Tak heran jika Gubernur WH meraih anugerah Baznas Award 2019 kategori Pemerintah Provinsi Pendukung Kebangkitan Zakat 2019.

“Ajakan atau imbauan agar para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk zakat, infaq, shodaqoh merupakan cara gubernur untuk melatih ASN lebih peduli dan pandai bersyukur,” tegas Gubernur WH saat memimpin apel gabungan ASN Pemprov Banten di KP3B, Curug Kota Serang (Senin, 2/9/2019).

Dengan penghasilan yang terus bertambah, Gubernur WH mengingatkan agar ASN lebih peduli terhadap orang-orang sekitar yang membutuhkan bantuan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Alllah SWT. ASN diajak untuk senantiasa bersyukur kepada Allah swt atas apa yang dirasakan dan dalam keadaan apapun. Bentuk rasa syukur tersebut dapat ditunjukkan atau diimpelentasikan melalui bekerja baik, disiplin, mengikuti apel pagi dan meningkatkan ibadah.

“Tukin (tunjangan kinerja-red) naik harus mendorong agar bekerja lebih baik. Dari uang yang kita terima, kita infaqkan sebagiannya untuk memberi ke orang-orang yang tidak mampu. Makanya saya imbau agar dari penghasilan kita diinfaqkan. Bukan untuk gaya-gayaan atau mengambil hak kalian, tapi untuk melatih kita lebih peduli dan pandai bersyukur. Karena dari sebagian penghasilan kita itu ada hak orang lain,” jelas Gubernur WH.

Ditegaskan, selama menjadi Gubernur, dirinya tidak pernah meminta setoran apapun dari para pejabat baik eselon II, III atau IV. Namun, ia memahami akan kebutuhan dan kesejahteraan pegawai sehingga terus melakukan peningkatan tunjangan. Akan tetapi, Gubernur menginginkan agar dari sebagian penghasilan itu dapat memberikan manfaat baik lahir maupun bathin baik bagi orang lain maupun pegawai itu sendiri.

“Pekerjaan sebagai PNS itu ada masanya akan berakhir. Tapi pahala dan keberkahan dari amal yang kita lakukan itu akan terus mengalir. Dan itu saya rasakan sendiri manfaatnya sekarang, saya diberi kesehatan, bisa terus berbuat untuk rakyat saya dengan diamanahi sebagai Gubernur. Kalau saya keliling suka bawa uang tunai untuk dibagi-bagikan ke orang yang saya temui dimanapun, bukan untuk pamer, tapi saya ingin mencontohkan ke pegawai saya,” jelasnya.

Dijelaskan, selama dua tahun lebih memimpin Banten, telah banyak dilakukan Pemprov Banten. Khususnya dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Saat ini tersisa 15 kilometer jalan provinsi yang belum mantap. Peningkatan sarana kesehatan di rumah sakit milik provinsi terus ditingkatkan, pembangunan rumah sakit baru, membangun ruang kelas baru, membebaskan biaya sekolah, dan peningkatan gaji untuk guru-guru honorer.

“Bohong kalau ada yang bilang kita tidak melakukan apa-apa. Ini hasil kerja bersama dengan Pak Wakil Gubernur. Para ASN sudah seyogyanya membela pemerintah dengan menyampaikan kepada masyarakat atas hasil kerja yang telah kita lakukan, bela secara objektif, dan tidak mendeskreditkan pemerintah dengan hal-hal yang menyangkut kepentingan pribadi,” paparnya.

Gubernur pun perintahkan Bappeda Provinsi Banten untuk persiapkan data-data yang paparkan. Kalau perlu ekspos kepada publik kita sudah lakukan apa saja dan akan melakukan apa saja. Kita sudah sangat mandiri makanya meskipun ada pemindahan ibukota, Banten tidak akan terpengaruh,” jelasnya.

Anugerah Baznas Award 2019 kategori Pemerintah Provinsi Pendukung Kebangkitan Zakat

Baznas Award 2019

“Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Andika Hazrumy, mendukung dan mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten agar berpartisipasi dan diorganisir dalam pengumpulan zakat. Itu yang kita lakukan,” ungkap Sekretaris Daerah Pemprov Banten Al Muktabar yang mewakili Gubernur WH saat menerima anugerah.

Empat provinsi lain yang meraih penghargaan di kategori ini adalah Aceh, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Kalimantan Selatan.

“Para ASN pada dasarnya adalah masyarakat. Mereka menjadi duta-duta untuk mengorganisir dalam rangka pengumpulan zakat,” ungkap Sekda Al Muktabar.

Sebagai informasi dari Baznas Provinsi Banten, pengumpulan zakat para ASN di lingkungan Pemprov Banten melalui Baznas mencapai Rp 7 miliar lebih. Sedangkan untuk seluruh Provinsi Banten sudah Rp 20 miliar lebih.

Penghargaan dalam bentuk BAZNAS Award itu, diumumkan di puncak acara pada Malam Anugerah BAZNAS Award 2019 yang dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Terdapat 34 kategori award yang diterima sejumlah pejabat pemerintah daerah, pengurus BAZNAS provinsi/kabupaten/kota, serta LAZ nasional, provinsi/kabupaten/kota.

Peserta BAZNAS Award 2019 dari organisasi pengelolaa zakat (OPZ) diikuti 390 lembaga. Yakni, terdiri atas 31 BAZNAS provinsi, 332 BAZNAS kabupaten/kota dan 15 LAZ nasional, 8 LAZ provinsi dan 4 LAZ kabupaten/kota.

“Tahun ini BAZNAS kembali menganugerahi penghargaan kepada BAZNAS dan LAZ terbaik, para tokoh, kepala daerah, dan media, yang konsisten dalam mendukung program-program kebangkitan zakat. Ini kami rangkai dalam BAZNAS Award agar semakin mendorong prestasi zakat nasional sehingga dapat memacu kebangkitan zakat di negeri ini,” ujar Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo kepada wartawan.

Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kategori Pendukung Kebangkitan Zakat 2019 dinilai berdasarkan kepatuhan pada UU, alokasi anggaran rutin untuk BAZNAS dalam persentase terhadap belanja APBD, penyediaan kantor BAZNAS dan sarana pendukung lainnya, frekuensi keterlibatan kepala daerah pada kegiatan BAZNAS tahun 2018. (msa)